banner!!

Free Image Hosting

Thursday, September 11, 2008

TO hari pertama, hari penuh kesibukan

Day 1

Di lapangan Bakti Mulya 400, di hari Rabu pagi yang sungguh panas sedikit cerah, saya mendengarkan pidato dari Pak Kamruz yang begitu panjang dan juga pidato dari Bapak Agus yang sangat singkat. saya disana menunggu beberapa menit sebelum keberangkatan, akhirnya diperbolehkan menuju tronton masing-masing. Kami pun berpencar mencari tronton dan akhirnya kami menemukan tronton masing-masing. Kami berada di tronton yang berbeda-beda, tapi Adyarama, Rayhandityo, dan Rifqi melakukan kecurangan yaitu, mereka tidak naik tronton melainkan naik bus yang cukup panas. Kami yang berada di tronton pun ikut kepanasan, jadi semua kepanasan. Sewaktu tronton berjalan kita pun senang dan gembira karena angin berhembus kencang.

Di tronton kami diberi makan yang secukupnya (atau dibilang kurang cukup), yaitu Burger dan sebagian yang di bus diberi roti. Kami merasa senang karena baru pertama kali naik tronton, kami di tronton, dan di bis berfoto-foto ria agar menghilangkan kebosanan di jalan karena perjalanan menuju ke desa Cisarandi Parakan Salak sangat macet dan yang harusnya kita sampai satu setengah jam menjadi dua setengah jam.

Setelah kami semua tiba di lokasi, kami disambut dengan cukup meriah oleh penduduk disana. Sambutan yang cukup berkesan. Setelah sambutan dari pihak madrasah, kami dipersilahkan makan siang disana. Setelah semua selesai, kami pun bersama – sama menuju tempat penginapan (wisma). Kami langsung menuju kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh panitia. Kami istirahat di wisma tempat kami menginap. pertama kami mencari kamar yang sudah di tentukan ada yang mendapat kamar yang besar, ada yang mendapat kamar yang sangat kecil. Sesudah kami menemukan dan menaruh barang-barang kami di kamar, kami mengelilingi daerah sekitar wisma untuk mengisi waktu luang. Ada yang nongkrong, main catur, main kartu, bahkan ada yang bermain di kali belakang wisma.Waktu dzuhur pun tiba kami semua melaksanakan shalat dzuhur, ada yang shalat sendiri, ada yang berjama’ah.

Waktu istirahat pun selesai kami bersiap-siap untuk menuju ke madrasah untuk membantu masyarakat desa Cisarandi untuk melakukan renovasi madrasah,tetapi ada juga yang bersiap-siap untuk pergi menuju lapangan bola untuk melakukan pertandingan persahabatan sepak bola antar siswa Bakti mulya 400 melawan tim bola anak desa Cisarandi. Tadinya kami ingin melihat pertandingan persahabatan sepak bola dengan menggunakan angkutan kota yang tidak lain adalah “angkot”,tetapi kami malah ke madrasah itu terjadi karena kami salah naik angkot, yang tadinya kami ingin melihat pertandingan bola malah merenovasi madrasah, tetapi tidak apa-apa karena hitung-hitung menambah pahala. Tiba-tiba seluruh anak perempuan anak Bakti Mulya 400 di kumpulkan dan di suruh membentuk kelompok tim voli.

Dengan tidak ada persiapan mereka pun bermain voli,dan pada saat pertandingan voli di mulai anak-anak Bakti Mulya 400 ternyata tidak mengerti cara main bola voli,karena menservir bolanya aja tidak benar. Pada saat di bagian akhir pertandingan pak Ateng pun menawarkan kalau anak Bakti Mulya 400 menang maka nilai ulangan matematika mereka akan di naikkan atau di beri nilai bonus,dan pada akhirnya pertandingan di menangkan oleh desa Cisarandi. Dan seketika salah satu dari kami mengusulkan untuk bertanding ulang tetapi kali ini ada anak laki-lakinya yang ikut bermain.

Pertandingan pun dimulai dan Rifqi mencoba menjadi komentator karena pertandingan tersebut sedikit sepi. Pak Ateng pun ikutan bermain, anak anak yang lain berkata “Kalo Pak Ateng kalah, semua nilai ulangan matematika yang kedua ditambah”. Ternyata dengan masuknya beberapa pemain laki laki pun tidak berpengaruh, tetap pemain SMA Bakti Mulya 400 kalah dengan terhormat. ya abis itu saya jadi komentator juga, lalu digantikan kania.

Setelah itu, kami pun kembali ke Wisma99 dengan angkot. Lalu, saya melihat beberapa anak kembali ke wisma dengan berjalan kaki. Setelah sampai, ternyata yg lain sedang berenang, karena saya tidak niat untuk berenang, saya berlari menuju kamar Tuwir. Dan disana semuanya sedang mengumpat karena panik. Disana ada Eboy,Risyad,Agam,Lukman dan lain-lain.

Tidak lama, waktunya solat maghrib pun datang, saya dan teman teman langsung mengambil air wudhu untuk solat berjamaah. Setelah solat berjamaah, kami pun makan malam di lantai paling atas. Kami diberi makan sup,kentang,emping dll. Lumayan sederhana, tetapi tidak mengurangi semangat kami untuk ikut TO (caelah..).

Abis itu, saya bermain kartu dengan Praba,Rama dan Rifqi. Yang kalah harus main sambil jongkok dan saya lah orang yang jongkok itu. Adzan Isya dikumandangkan.
Setelah solat, kami semua berkumpul bersama kelompok masing masing. Kita semua melakukan briefing buat hari Kamis, tepatnya untuk melakukan suatu pembelajaran kepada anak-anak madrasah dan juga anak-anak kelas 10 SMA disana. Ada yang membuat Nutrisari, sulap oleh Davies, seminar sex education dan narkoba oleh kelas XI IPS 1, dan juga wantex.

Pada malam hari, saya berada di kamar dengan Jalu Ambara. Lalu kami berdua bercerita tentang pengalaman nan horror. Sewaktu saya mematikan lampu, tiba-tiba dipojok kamar terlihat dua sosok putih yang berdiri bagaikan kuntilanak. Saya dan Jalu Ambara pun ketakutan. Sewaktu saya menyalakan lampu, ternyata itu hanyalah handuk mandi yang digantung. Di kamar saya pun terdapat dua saklar. Saklar pertama untuk lampu dalam kamar, dan saklar satunya lagi untuk lampu luar di dekat kolam renang. Waktu saya dan Jalu menyala matikan lampu tersebut, saya mendengar orang bilang, “Woi! Jangan mainan lampu!”.

Akhirnya saya pindah kamar ke kamar anak-anak IPA 1 dan IPA 2. Disana saya tidur di satu sofa berempat bersama Praba, Tuwir dan juga Cengir. Dengan posisi tidur yang sedikit aneh, akhirnya bisa tertidur lelap. Tiba-tiba pada tengah malam terjadilah suara-suara yang aneh, mulai dari suara ketukan pintu yang keras dan juga suara catur berserakan. Lalu Pak Yono tereak, "SIAPA ITU?!" dari dalam kamarnya. Ternyata itu Abhirama lagi ngigo sambil gedor-gedor pintu dan berantakin catur. Katanya sih dia lagi nyari kacamata, alesan aja lu bi.. ckck..

No comments: