banner!!

Free Image Hosting

Friday, March 27, 2009

Jelaga

Pada suatu hari, ada seseorang yang hidup 3 tahun tanpa kasih sayang. Ia pun mengejar seorang wanita selama 3 tahun. Di lain hal, ia merasa pesimis karena selama 3 tahun tidak ada kemajuan sama sekali, statis. Ia pun menahan wanita itu di sebuah bagian pikiran yang lain di otaknya. Bayangkan di dalam otak itu ada sebuah pintu dan wanita itu berada di belakang salah satu pintu dari ratusan pintu yang ada. Ia pun mencoba mengejar wanita lain dalam waktu 1 tahun. Hasilnya pun masih saja statis. Wanita yang dikejarnya telah jatuh di tangan orang lain yang membuat ia merasa dunia ini tidak adil dan sangat suram. Ia pun hanya bisa menyimpan rasa dendam di dalam dirinya, ia pun mencoba untuk lompat dari sebuah tebing ke jurang tanpa batas. Ia ingin lenyap dari dunia ini terbang di angkasa.

Ia pun hanya bisa melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukannya. Ia mencari sebuah kunci untuk membuka pintu dimana wanita yang dikejar selama 3 tahun itu berada. Ia mencari-cari dimulai dari daratan, lautan, samudera bahkan ke seluruh pelosok dunia. Wanita itu menolak untuk membuka pintunya meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin. Kunci itu ada di wanita itu dan kunci itulah yang dapat memberi tahu semua jawabannya. Meskipun wanita itu tidak mau mengulang masa lalunya yang begitu berat, wanita itu tetap menolak ajakannya. Ia mulai berpikiran untuk merelakannya. Ia hanya bisa berpikir di dalam lubuk hati terdalam,

"Jika semua ini adalah usaha tanpa ujung dan akan berakhir seperti ini, akan kurelakan semua itu. Kan ku ingat selamanya, kan ku rindu selalu. Cerita yang ada dulu kini telah menghilang lalui hariku."

Insan dengar resah renyah
mengentik teduh terang
meminta hidup merdeka

Di puncak nestapa
gelora jiwa menanti-nanti
harapan tiba

Dedawannya buai benak
melembab dera peka
dihimpit dalam gundah gulana
di pundak siapa meninggi bintang
mengegah tegap bijaksana

Oh.. lentera
birumu lentera cerah ceria
jangkaulah cita-citamu jua
Ooh.. bahagia
Ooh.. bahagia
Ooh.. tantangan, rintangan
mendidik jalan kedamaian



Regards,
Anangga Gunawan


Note:
Ini adalah sebuah kehidupan yang sebagaimana mestinya berjalan, ia merelakan semuanya yang ada di kehidupan ini agar hidupnya tidak menjadi suram gelap gulita di dalam ruangan yang dipenuhi rasa kegelapan dan kedendaman. Making love out of nothing at all!



3 comments:

bey said...

hmmm.... gambaran yang super melankolis, i'd say

Paramezwari Sugandi said...

deep, gan.

hey don't worry, lo kira gue ngapain 3 tahun? satu orang, dan ga kemana2 juga.

Anonymous said...

3 tahun & 1 tahun . they'll never forget how good it was to share a part of their life with yours . pasti kok