banner!!

Free Image Hosting

Friday, August 28, 2009

The Proposal, Antara Humor dan Kesedihan

Hey people, this is my review untuk film The Proposal. rada aneh juga kalo gue mereview film di blog gue. ini udah ke 3 kalinya gue me-review sebuah film di blog gue, yang pertama Burn After Reading dan yang kedua adalah Transformers Revenge of The Fallen. jadi ini dia tanpa basa - basi..


Jadi, darimana kita mulai? oh ya! cerita dari film The Proposal sangat menarik. Film ini bercerita mengenai masalah seorang eksekutif editor sebuah penerbitan buku yang bernama Colden Books, dia adalah Margaret Tate. Ia terancam dideportasi karena perpanjangan visanya ditolak imigrasi Amerika Serikat. Margaret, yang terkenal dengan keotoriteran dan kejudesannya, nggak rela kalo posisinya digantikan oleh Bob Spaulding, yaitu seorang editor senior yang baru aja dipecat sama Magaret karna kemalasan dalam bekerja. Berusaha untuk mempertahankan harga dirinya, ia mengatakan bahwa ia akan segera menikah dengan sekretarisnya, Andrew Paxton. Dan darisitu gue udah mulai tertarik pada film ini padahal sebelumnya kurang suka. Akhirnya Andrew dan Margaret pergi ke Sitka di Alaska, yaitu kampung halaman Andrew.

Selama perjalanan di Sitka, Margaret melihat toko - toko disana yang bernama Paxton. Kecurigaan dimulai, mengapa ada nama keluarga Andrew disetiap toko? ternyata setelah mereka sampai ke rumah Andrew, dia adalah orang yang sangat kaya! Margaret sempat bertanya, "Kamu tidak bilang kalau kamu itu kaya!" dan dibalas oleh Andrew, "Yang kaya bukan saya, tetapi orangtua saya". Selama mereka bertemu keluarga besar Paxton, mereka disuruh bercerita tentang cara melamarnya. dengan cerita penuh bohong alias bullshit, keluarga Paxton percaya dengan cerita mereka.

Ada beberapa hal yang sangat gue suka di film ini, terutama dibagian humor nya.
1) Ada seorang pelayan di rumah Paxton yang memaksa Margaret untuk memakan ikan yang telah ditolak oleh Margaret tapi masih dipaksa olehnya. sewaktu Margaret, Grandma Annie dan juga ibunda Andrew pergi ke sebuah club, ada sebuah kejutan disana. Ya! sebuah club berisikan cewe - cewe dan di panggung terdapat seorang lelaki striptease. apa yang unik? orang tersebut adalah pelayan yang memaksa Margaret makan ikan! di lain hal, sewaktu Andrew dan Margaret pergi ke toko untuk berbelanja, tebak siapa kasir nya? Anda benar, orang itu muncul lagi! di sebuah hari terindah, yaitu hari pernikahan. tebak siapa yang berkutbah soal pernikahan? dia juga. Kenapa dia ada dimana - mana?! sampe wawancara terakhir pun dia ada disitu. Orang tersebut bernama Ramone.

2) Ini adalah bagian dimana gue ngakak ga berenti, spoiler alert! di pagi hari Andrew yang biasa tidur di lantai dan Magaret berada di kasur. pintu diketuk oleh sang ibu dan mereka panik, akhirnya Magaret nyuruh Andrew naik ke atas kasur biar sang ibu bisa melihat kalau mereka beneran bertunangan. sewaktu Andrew memeluk Magaret dari belakang dan badan mereka saling bersentuhan, Magaret langsung teriak, "APA ITU?!". "maaf, ini masih pagi", kata Andrew. ngerti maksudnya? hehehe yang pikirannya mesum pasti ngerti. apa yang terjadi di pagi hari oleh laki - laki? nah itu menyentuh bagian belakang Magaret dan ia langsung panik.

3) Kamar mandi pas sekali di depan kamar tidur mereka, tapi Margaret lupa bawa handuk! sedangkan Andrew sedang tidak berbusana di dalam kamarnya. akhirnya Margaret masuk ke kamar lari dan bertabrakan dengan Andrew. Mereka langsung tereak - tereak kepanikan. "Andrew, kenapa kamu telanjang?!" dan dibalas, "Kamu kenapa basah begini?!".

4) Anjing. bukan, gue ga ngeledek lo anjing. maksudnya gue, di film tersebut ada anjing lucu bernama Kevin. ia adalah seekor anjing Alaskan Malamute berwarna putih, neneknya Andrew mengatakan jangan sampai Kevin keluar dari rumah atau sang elang akan menangkap Kevin. dikira bercanda tapi itu beneran terjadi! untung diselamatkan oleh Margaret.

Karakter Margaret yang keras, egois, otoriter, sombong, dan angkuh berhasil dimainkan dengan sempurna oleh Sandra Bullock. Pada sebuah adegan, saat Margaret sampai ke kantor, semua orang mengirim pesan singkat melalui jaringan chat untuk saling mengingatkan kalau “bencana terbesar” sudah datang. Sebagai asisten Margaret, Andrew dituntut untuk tampil sempurna. Bahkan, Andrew sampai memaksa salah satu teman kantornya untuk bertukar pakaian karena kemejanya terkena tumpahan kopi.

Namun, di balik itu semua, Margaret tetaplah wanita biasa. Akhirnya, ia merasakan kembali kehangatan berada di tengah-tengah keluarga saat bersama keluarga Andrew. Sejenak, ia ingat semua rasa hangat, kasih, dan cinta yang sudah ia lupakan sejak kematian orangtuanya. Lalu, ia pun sadar, bahwa rencananya untuk menikahi Andrew hanya untuk menghindari deportasi adalah kesalahan besar.

Film ini juga mempunyai pembelajaran yang harus dipelajari oleh kita semua, "Jangan terlalu membenci bos Anda atau Anda akan jatuh cinta padanya!"

Regards,
Anangga Gunawan