banner!!

Free Image Hosting

Thursday, August 26, 2010

Hidupku Dipertemukan dengan Seorang Banci

Jijik abis judulnya, serius hidup gue ga dipertemukan dengan banci, gue cuma asal tulis doang (gue straight, serius ga boong. gue naksir Megan Fox). Sebuah pertanyaan dari seorang teman tiba - tiba muncul begitu saja di BBM gue. beginilah bunyi pertanyaan tersebut,

' Apa yg bakal lo lakukan ketika ada banci menghampiri lo dan mengintili lo terus?'


Apa yang bakal gue lakukan? membicarakan soal banci, gue jadi inget banyak cerita dimana gue bertemu dengan mereka. mereka yaitu banci atau dapet dikenal dengan wanita bertitit. sebenernya mereka juga bukan wanita, mereka hanya pria tapi jiwa mereka wanita. ya itu dia definisi banci menurut gue sendiri. 'Pria dari luar, Wanita dari dalam'. gue sering ngeliat mereka di sebuah daerah bernama Taman Lawang. gue ga sering sih, gue boong. gue baru 2 kali lewat situ malem - malem. lewat situ sewaktu bulan Ramadhan pula.

'Lo ngapain sih ngga ke tempat kaya gitu? homo ya lo? wah demen bencong'


kaga, gue lagi sahur on the road dan kebetulan sang pemilih jalan maunya lewat situ. kalian bisa tanya ke pemilih jalannya, mungkin dia lebih homo (gue straight ko tenang aja). Sahur on The Road (SOTR) pertama gue adalan tahun lalu sama anak - anak SMA Bakti Mulya 400 tentunya! lewat situ gue ngeliatnya biasa aja, paling cuma,

'oh itu ya yang namanya wanita bertitit'
.

gue ngeliat mereka biasa aja, toh mereka juga manusia kaya kita. tapi gue mulai jijik ketika melihat salah satu dari mereka melambaikan tangan ke arah mobil gue, satu kakinya naik ke atas tiang dan dia memegang sambil meremas dadanya. berasa pole dance di nightclub, tapi yang ini bukan nightclub. tapi pole dance dibawah pohon beringin, yang nonton hantu - hantu. hantunya pun ga ada yang demen sama orang yang satu ini.



Dalam keadaan seperti itu, yang harus gue lakukan adalah:
1. Nutup jendela
2. Berharap mobil depan jalannya lebih kenceng sedikit
3. Kabur dari TKP


tapi mau tau apa yang terjadi? mobil depan kita berhenti. kita terjebak di TKP dengan banci berkeliaran di sekitar mobil. sungguh sebuah mimpi buruk yang paling buruk diantara yang buruk - buruk. SOTR kedua gue adalah hari Minggu kemarin bersama alumni SMA Bakti Mulya 400 angkatan 9. sang pemimpin barisan bilang kalo kita lewat Taman Lawang lagi, anak - anak yang lain ga ada yang mau tapi kita terpaksa. di hari itu gue berasa ini semua adalah flashback yang menyeramkan, tapi nggak lho! pas gue liat ko mukanya kaya cewe semua ya? kaya banci di Thailand yang cantik seperti Nong Poy (Ingat, gue masih straight). sampe ada mobil berenti di pinggir jalan cuma untuk bertemu para banci. lalu sesuatu yang buruk mulai kelihatan, salah satu dari mereka cuma pake celana dalam untuk pamer pantat. gue langsung panik jijik sendiri dan kabur dari lokasi. oke, gue kembali ke pertanyaan awal dan gue akan menjawabnya sekarang juga,

Apa yang gue lakukan? pastinya sih kaya orang banyak, kabur. itu adalah hal terpenting dalam hidup. kabur dari banci. lalu dia ngintil terus, to the point nekat tanpa basa basi harus bisa berani! tanya ke dia, kenapa daritadi ngikutin terus. kalo dia bilang,

'dih geer banget sih mas, siapa yang ngintilin situ?!' sambil marah dengan suara bass ato suara pria tulen.

jika dia bilang itu, gue harus ngeles... 'dih siapa yang ngomong sama situ, gue lagi ngomong sama orang di belakang lo', meskipun di belakangnya ga ada orang. anggap aja kita lagi ngomong sama Pocong.

No comments: