banner!!

Free Image Hosting

Thursday, December 2, 2010

Hidup Terkadang Tidak Adil

Terkadang gue suka berpikir dunia itu tidak adil. dijalan menuju PIM, gue melihat sebelah kanan gue ada orang tidur - tiduran di motornya yang cakep dan bagus. tetapi di kiri, gue melihat seseorang yang keterbelakangan tidur di gerobak yang didorong orang sekalian mengemis minta uang. ditengah gue hanya melihat sebuah mobil besar. 2 orang tersebut di batasi 1 mobil besar. tetapi semua bisa saja berubah ketika pembatas itu hilang karena lampu hijau menyala. 2 orang itu bisa bertemu, saling berbagi, ternyata tidak selamanya dunia itu tidak adil. ketidakadilan sesuatu pasti ada makna dibelakangnya.

gue pernah berpikir, kita bayar di sebuah minimarket. kembalinya dikasih permen, tetapi kenapa kita ga bisa membayar pake permen? dunia sungguh tidak adil. jaman dulu, hal tersebut adil karena dinamakan barter. bumi berputar dengan cepat, waktu pun berjalan. semua itu berubah, barter udah ga jaman. sekarang jamannya pake duit. tapi kenapa kita ga boleh bayar pake duit monopoly? tetep aja ga adil. semua ada maknanya, tapi gue masih gatau maknanya apa. semua itu masih misterius.

ketidakadilan yang baru aja gue dapatkan hari ini adalah pencarian buku "Bule Juga Manusia" dengan penulis Richard Miles atau lebih dikenal dengan Bule Ngehe. gue saking terlalu excited untuk beli bukunya sampe - sampe sehari mimpi 3 kali udah beli bukunya. berpikir kalo nanti siang gue pasti bisa langsung dapet. orang - orang belinya sore. gue pembeli pertama. semua itu tidak terjadi. tidak adil. gue dateng ke Gramedia PIM berharap untuk langsung beli dan memamerkan buku itu ke orang - orang sambil lari keliling Gramed cuma pake boxer tereak - tereak kaya orang gila. atau emang gue nya yang gila? itu tidak terjadi karena gue nyari di bagian Buku Baru ga ada. Buku Laris ga ada, dibagian Buku Novel pun gaada sampe gue cari ke Buku Religi juga ga ada. harapan gue sia - sia di siang itu yang berakhir gue nonton Rapunzel. berpikir siang begini pasti banyak cewe ABG yang cabut sekolah dan nonton film kartun di XXI. semua tidak berjalan seperti itu, tidak adil. gue masuk bareng temen gue dan studio dipenuhi tante - tante cantik yang menemani anak mereka yang masih sangat kecil untuk nonton. adilnya disini adalah tante - tante itu cantik.

ga enaknya adalah anak mereka, begitu berisik waktu nonton. terkadang ada seorang anak yang selalu nanya keadaan Rapunzel,

"Mama, kok dia sedih? Mama, kok dia seneng? Mama, kok dia rambutnya panjang? Mama, kok aku ga punya rambut panjang? kok suaranya bagus? kok aku banyak nanya?"

Rapunzel menceritakan tentang seorang perempuan yang ingin mewujudkan mimpinya. di akhir film, ia bertemu orangtuanya. sungguh adil hidup ini. akhirnya gue bertekad untuk mencari buku itu, gue pergi merantau ke daerah Bintaro. disana kita ga nemuin juga. gue sedih, gue putus asa, sampe gue tweet ke Richard kalo gue ga nemu bukunya, gue mau ngurung diri di kamar, kepojokan, jongkok sambil ngorek lantai pake jari. sungguh suram. semua itu berubah setelah temen gue nanya ke abang gramed, ternyata ada di bagian novel. kita seneng, kita teriak bahagia, ternyata dunia ini sungguh adil. manusia tidak bisa melakukan semuanya sendiri, harus ada manusia lain. coba gue ga nanya pasti sampe tahun depan gue ga nemu bukunya.

akhirnya gue beli dan foto narsis gue megang bukunya, di tweet ke si bule dan senangnya lagi dia membalas tweet gue.


hidup. tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana nasib anda dikemudian hari kecuali anda yang menentukannya (baca: bunuh diri, lo pasti tau nasib anda di keesokan hari adalah masuk TV telah ditemukan orang gantung diri sambil megang buku "Bule Juga Manusia")

No comments: