banner!!

Free Image Hosting

Friday, December 10, 2010

Movie Marathon

Kamis, hari dimana pertama kalinya berasa ngantuk di bioskop. pada hari itu, tepatnya jam 17.00 WIB gue beranjak dari rumah menuju PIM. sebuah janji untuk bertemu seseorang. orang itu adalah, Jaynea. sesampai di basement, gue masih berusaha mencari tempat untuk parkir sambil bbm dia bertanya dimanakah dia sekarang. oh no, dia masih nyari ojek..... gue di PIM mulai bingung harus ngapain sendirian, dapat ide akhirnya gue pergi ke ATM buat ngambil uang, ah ga enak banget sendirian di mall kaya orang bego. ngansos lebih tepatnya. gue hanya ditemani blackberry, duduk depan toko Rockets, memandangi isi toko, dipandangi orang yang lewat.

ia datang, muncul dari pintu halte busway. waktu sudah menunjukkan jam 17.30 WIB. beranjak dari duduk, kita mau pergi untuk nonton Harry Potter 7. bukan, bukan di PIM. melainkan di Gandaria City ato gaulnya BanCi... eh salah, maksud gue GanCi. Gantungan Kunci. Gantengan Banci. halah ngejayus. seperti biasa, masuk mobil colok iPod. selama di perjalanan kita mendengarkan alunan musik dari "AJ Rafael - I Just Want You". AJ, sungguh nama yang cool. kalo gue punya anak namanya AJ sok bule abis. ditanya dapet darimana tuh nama, yaaa dari AJ nya BackstreetBoys. tapi biar lebih jantan gue pilih dari AJ Rafael. wuidih sadis sob

lanjut, kita sampai jam 17.45 WIB, dan sebentar lagi film akan segera dimulai. kita panik. karena kata Jaynea film mulai jam segitu. okay, gue ngebut. tapi gagal ngebut. gue gatau jalan disitu, muter - muter semua. akhirnya masuk lift dan keluar di sebuah toko mainan. kita jalan ke XXI dan beli tiket. ternyata film baru mulai jam 18.00 WIB. kita pilih duduk di tengah. selama film berjalan, gue sempet banyak nanya ke Jaynea soalnya gue ga ngikutin film Harry Potter. lama kelamaan rasa lapar pun muncul, untung dia ngebawa lasagna yang gue minta. gue berasa piknik di bioskop. rasanya lezat, gurih, enak, cakep banget bikin ketagihan. film masih berjalan lama, gue udah mulai ga nanya - nanya karena terlalu serius nonton. dia tiba - tiba berasa ngantuk lalu tiduran di bahu gue. lalu gue mencium sebuah bau yang wangi. pertanyaan bodoh keluar,

"Pake parfum ya?"
"hah? nggak ko"
"lah itu terus bau apaan dong?"
"hah? bau apaan? Ngga, sumpah jangan bikin takut dong"
"serius ada bau wangi gitu, eh bagi minum dong..*gleg*..... oh bau minumannya deng"

teh dengan aromanya yang enak..
film pun selesai tayang. kita berdua segera keluar dari studio. ide cemerlang pun muncul, kayanya enak nih nonton lagi. akhirnya sepakat untuk nonton Rapunzel (kedua kalinya!). selama film berlangsung, gue merasa ngantuk, ngantuk dan ngantuk. tetapi ketika anak kecil di barisan depan gue berisik, gue langsung bangun..

"SSSSST!!! berisik! orang lagi nonton! (padahal gue lagi tidur)"
"eh Ngga, biarin lah anak kecil ini"

gue lanjut menonton, tertawa terbahak - bahak, sampe gue afal bagian yang lucu mana dan yang sedih mana. semua terencana. film selesai, mall pun sudah tutup. gelap gulita. kita menuju parkiran dan sempat lupa parkir dimana. waktu sudah menunjukkan jam 23.00 WIB dan berharap pasti jalan kosong. dugaanku salah. depan GanCi MACET!!! udah gitu UJAN!!! jadi kita di mobil, hujan turun, gemerlapan lampu muncul lagi dan lagi dan lagi. gue laper.... akhirnya beranjak lah kita ke KFC. katanya kalo makan di deha gaul, gue juga mau gaul, jadi makan situ deh. waktu menunjukkan jam 00.00 WIB. bergegas mengembalikan si anak bawel ini ke rumahnya di Bali View, Cirendeu. kalo udah baca postingan gue yang sebelum - sebelum ini. pasti kalian tau ada apa aja.

semua sama...

hampa rasanya...

tapi tak suram, nista maupun nestapa... (nestapa apaan sih? haha)

karena Sabtu kita pergi lagi, hadeh gue bulan ini buang uang mulu... T_T

Wednesday, December 8, 2010

Pick Her Up, Paranormal Activity 2, and Rain At Night

hari apa itu..
hmmm
Sabtu? yak, hari Sabtu. di saat mainan berhamburan di Senayan tapi tak kunjung melihat mereka bermain bersama. Senayan macet total. jam sudah menunjukan jam 3, Linos tak kunjung sampai rumah. dimana dia? kecelakaan di tol. gue ada 2 janji, pergi ke Senayan dan nonton sama Jaynea. entah nonton apa gue gatau. akhirnya Linos sampe dan hari itu hujan deras, saatnya gue yang menyetir mobil karena traumanya akan kecelakaan tadi.

berpamitan pada orangtua lalu capcus ke Bali View. berpikir santai,

"Ah, 15 menit sampe lah"


dugaanku salah. sampe sana sekiranya 1 jam dan ternyata semua jalan macet total. Pondok Indah - Lebak Bulus - Cirendeu memakan waktu 1 jam. tidak biasanya. sampe dan lupa belok dimana, mengingat rumah Tora Sudiro dan disana Mini Cooper merah terpampang. sampe depan rumahnya and pick her up.

kita bertiga masih labil mau kemana, Senayan katanya macet total yang berarti gue ga jadi ke STC buat liat toysfair. okay, not a big deal. saatnya nonton film. where? PIM (lagi, lagi, lagi, dan lagi). PIM 2 nonton apa? semuanya tayang di waktu yang sangatlah malem banget. pindahlah ke PIM 1. Ga ada yang asik, dan akhirnya gue pilih Paranormal Activity 2. Linos sempet gamau nonton tapi dengan ajakan dan paksaan gue dan Jaynea, dia mau. mau masuk ke studio hanya untuk duduk baca komik lewat blackberry nya sedangkan gue nonton serius. film yang kelihatannya low budget (tapi tidak) dan menegangkan. 1 studio teriak seperti kerasukan. kerasukan hantu kolor ijo. bagian paling seram muncul, Linos ga sengaja liat ke layar dan membuat itu kepikiran terus. Jaynea yang duduk diantara kita berdua teriak histeris sampe ngeremas tangan gue dan kaki Linos. remasan seperti elang yang mencengkram buruannya.. ugh, lebay...

film selesai dan kita menuju ke sebrang untuk makan. tak tau mau makan apa tiba - tiba Jaynea mengajak di Kenny Roger's. okay, fine. let's eat another chicken. ayam datang, memutilasi ayam yang sudah mati. memakan seluruh mangkok berisi melted cheese. kita disana ngobrol dan ngobrol dan mengukur tangan gue yang ternyata sangat besar dibandingkan tangan mereka. tidak lazim dan tidak normal. terlalu banyak berbincang sampai restoran pun tutup. PIM tutup. kita beranjak pulang mencari Lasagna. 711 adalah tempat yang bagus. tidak. tidak ada lasagna. gue merekomendasikan penne carbonara. beli. pulang. Linos mau pulang duluan jadi gue ke rumah gue, drop Linos, Linos ambil mobil, dia pulang. gue? nganterin Jaynea ke Bali View. suasana malam itu hujan, hujan labil. entah gerimis entah deras. perjalanan malam dilalui dengan lagu - lagu yang dipasang dari blackberry Jaynea. lupa lagu apa aja. lalu diganti ke iPod gue.

perjalanan sangat jauh. tidak, saya bohong. Pondok Indah - Cirendeu itu deket. jam sudah menunjukan jam 00:00. kita belum juga sampai, tertawa di dalam mobil, berbincang banyak hal, curcol - curcol. gemerlapan lampu membuat gue ga konsen menyetir (baca: lampu mobil gue satu ga nyala). rain at night. hujan pun mulai memudar, sampailah di Bali View. berhenti depan rumahnya menunggu ia membuka pintu. melambaikan tangan sampai jumpa, gue pergi dari sana. tak lupa ia mengirimkan pesan singkat lewat BBM,

" Thanks yaaa, nyalain iPod nya biar ga ngantuk di jalan, nanti kalo udah sampe rumah kabarin yaa :) "


perjalanan ke rumah sendirian, ditemani alunan musik dari Rana Gemilang. mobil terasa tidak sepi lagi. sampai rumah, kabarin ke dia, lekas tidur. sehari penuh yang sangat panjang.

Thursday, December 2, 2010

Hidup Terkadang Tidak Adil

Terkadang gue suka berpikir dunia itu tidak adil. dijalan menuju PIM, gue melihat sebelah kanan gue ada orang tidur - tiduran di motornya yang cakep dan bagus. tetapi di kiri, gue melihat seseorang yang keterbelakangan tidur di gerobak yang didorong orang sekalian mengemis minta uang. ditengah gue hanya melihat sebuah mobil besar. 2 orang tersebut di batasi 1 mobil besar. tetapi semua bisa saja berubah ketika pembatas itu hilang karena lampu hijau menyala. 2 orang itu bisa bertemu, saling berbagi, ternyata tidak selamanya dunia itu tidak adil. ketidakadilan sesuatu pasti ada makna dibelakangnya.

gue pernah berpikir, kita bayar di sebuah minimarket. kembalinya dikasih permen, tetapi kenapa kita ga bisa membayar pake permen? dunia sungguh tidak adil. jaman dulu, hal tersebut adil karena dinamakan barter. bumi berputar dengan cepat, waktu pun berjalan. semua itu berubah, barter udah ga jaman. sekarang jamannya pake duit. tapi kenapa kita ga boleh bayar pake duit monopoly? tetep aja ga adil. semua ada maknanya, tapi gue masih gatau maknanya apa. semua itu masih misterius.

ketidakadilan yang baru aja gue dapatkan hari ini adalah pencarian buku "Bule Juga Manusia" dengan penulis Richard Miles atau lebih dikenal dengan Bule Ngehe. gue saking terlalu excited untuk beli bukunya sampe - sampe sehari mimpi 3 kali udah beli bukunya. berpikir kalo nanti siang gue pasti bisa langsung dapet. orang - orang belinya sore. gue pembeli pertama. semua itu tidak terjadi. tidak adil. gue dateng ke Gramedia PIM berharap untuk langsung beli dan memamerkan buku itu ke orang - orang sambil lari keliling Gramed cuma pake boxer tereak - tereak kaya orang gila. atau emang gue nya yang gila? itu tidak terjadi karena gue nyari di bagian Buku Baru ga ada. Buku Laris ga ada, dibagian Buku Novel pun gaada sampe gue cari ke Buku Religi juga ga ada. harapan gue sia - sia di siang itu yang berakhir gue nonton Rapunzel. berpikir siang begini pasti banyak cewe ABG yang cabut sekolah dan nonton film kartun di XXI. semua tidak berjalan seperti itu, tidak adil. gue masuk bareng temen gue dan studio dipenuhi tante - tante cantik yang menemani anak mereka yang masih sangat kecil untuk nonton. adilnya disini adalah tante - tante itu cantik.

ga enaknya adalah anak mereka, begitu berisik waktu nonton. terkadang ada seorang anak yang selalu nanya keadaan Rapunzel,

"Mama, kok dia sedih? Mama, kok dia seneng? Mama, kok dia rambutnya panjang? Mama, kok aku ga punya rambut panjang? kok suaranya bagus? kok aku banyak nanya?"

Rapunzel menceritakan tentang seorang perempuan yang ingin mewujudkan mimpinya. di akhir film, ia bertemu orangtuanya. sungguh adil hidup ini. akhirnya gue bertekad untuk mencari buku itu, gue pergi merantau ke daerah Bintaro. disana kita ga nemuin juga. gue sedih, gue putus asa, sampe gue tweet ke Richard kalo gue ga nemu bukunya, gue mau ngurung diri di kamar, kepojokan, jongkok sambil ngorek lantai pake jari. sungguh suram. semua itu berubah setelah temen gue nanya ke abang gramed, ternyata ada di bagian novel. kita seneng, kita teriak bahagia, ternyata dunia ini sungguh adil. manusia tidak bisa melakukan semuanya sendiri, harus ada manusia lain. coba gue ga nanya pasti sampe tahun depan gue ga nemu bukunya.

akhirnya gue beli dan foto narsis gue megang bukunya, di tweet ke si bule dan senangnya lagi dia membalas tweet gue.


hidup. tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana nasib anda dikemudian hari kecuali anda yang menentukannya (baca: bunuh diri, lo pasti tau nasib anda di keesokan hari adalah masuk TV telah ditemukan orang gantung diri sambil megang buku "Bule Juga Manusia")