banner!!

Free Image Hosting

Saturday, January 22, 2011

Kisah Sang Penjual Kamera Part 1

Aku menunggu untuk melakukan ini semua setelah 5 tahun. 3 bulan lagi semua berlalu dan menjadi 6 tahun. entah apa akan aku lakukan, jika ia menjawab pertanyaan tersebut semua akan usai begitu saja. jika ia tidak menjawab pertanyaan itu, maka bertambahlah beban hidup. sekiranya 5 tahun lagi aku akan seperti ini, kondisi seperti ini, dengan rasa yang sama dan hampa seperti 5 tahun yang lalu. 5 tahun yang lalu adalah sewaktu aku duduk di bangku SMP. dimana aku bertemu dengan seorang homosapien betina. dengan jangka waktu yang singkat, semua itu berakhir.

tetapi yang ini, tidak seperti yang dulu. homosapien betina yang satu ini tidaklah mempunyai jangka waktu yang singkat seperti revolusi Indonesia. jika aku melakukannya, akan menjadi evolusi yang hebat, sesuatu berjangka panjang. hingga waktu itu datang. setiap dia pergi, aku mengikutinya. di saat dia butuh bantuanku, aku siap membantu tanpa pamrih. tapi, apa yang terjadi jika dia hanya memanfaatkanku? semua yang dilakukan dengan tulus itu ternyata karena ia memanfaatkanku? ini adalah kisah seorang penjual kamera dan kehidupan yang begitu.... tidak adil.

Pada waktu itu sekitar jam 12 siang, ia mendapatkan sebuah pesan singkat lewat sebuah surat yang ditandatangani oleh seorang perempuan.

"Aku tertarik dengan barang jualanmu, bagaimana jika kita bertemu? saya ingin membelinya darimu. terima kasih
"

Si penjual kamera dengan senang hati ingin bertemunya, ia mengirimkan surat dengan burung elang peliharaannya ke perempuan itu. waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, mereka saling bertemu di sebuah kafe kecil di daerahnya. mereka berdua saling bertatap muka, entah ingin mengatakan apa. rasa malu, salah tingkah, wajah memerah.

"Hm, jadi bagaimana? kamu tertarik dengan kamera yang aku jual?"
"Iya, tentu saja. apa kamu membawanya?"
"Ya, ini kameranya. maaf aku tidak membawa roll filmnya, bagaimana jika kita cari bersama?"
"Boleh, tapi temanku menungguku. Ia yang mengantar aku pulang"
"Hmm.. bagaimana? oke bilang saja ke temanmu kalo aku akan mencarikan roll film itu buatmu, tunggu saja sebentar"


mereka pergi, mengelilingi pasar untuk mencarinya. masuk ke setiap kios dan toko disana.

"Ah, aku menemukannya, harganya Rp5000"
"Oke, tapi aku tidak mengerti cara memasangnya"
"Mudah saja, aku yang pasangkan untukmu. Nih, sudah terpasang dengan rapi. Kita tes dulu ya bisa jalan atau tidak, kamu berdiri disitu. aku akan foto kamu"
KLIK
"Sudah belum?"
"Sudah! kalo aku yang pasang semuanya lancar deh"
"Terima kasih ya, aku udah dijemput temanku"
"Oke, kamu hati - hati ya di jalan. jaga kameranya, anggap saja sebagai kenangan dariku"
"Oke, sampai jumpa!"
"Bye", sembari melambaikan tangan ke arah perempuan itu yang memboncengi sepeda milik temannya.

Hari itu terasa seperti terlahir kembali ke bumi ini, ia merasa bahagia, nyaman, dan juga senang sekali. hal itu tidak akan terlupakan olehnya. kisah mengenai mereka pun belum cukup sampai disini. karena beberapa bulan kemudian........


-------------------------------------------

Ya itu cuma sepotong cerita yang gue lagi bikin baru - baru ini. gatau kenapa tiba - tiba bikin kaya ginian, ada kepuasan sendiri aja nulis - nulis. ini baru part 1 nya aja, gue masih gatau kapan part 2 akan muncul, tapi secepatnya sih kalo bisa :D

No comments: