banner!!

Free Image Hosting

Saturday, January 28, 2012

Pesan dari Teman Indonesia Keturunan Tionghoa

saya sekarang berstatus mahasiswa salah jurusan di universitas yang cukup di kenal masyarakat dengan mayoritas kampusnya sendiri adalah orang-orang cina. bukan, mereka bukan cina. mereka sama seperti kita, orang Indonesia. perbedaan, dia keturunan Tionghoa. itu bukan masalah bagi saya. kita 1 bangsa 1 tanah air. janganlah memulai rasisme hanya kita berbeda diluar. kita tetap sama didalam. seorang teman memberikan pesan lewat broadcast message. ia Indonesia, keturunan Tionghoa.


"Kami bukan orang Cina tapi kami orang Indonesia, kami cuman keturunan Tionghoa. Mungkin bangsa ini perlu sedikit peringatan (penyegaran ingatan), suku keturunan Tionghoa di Indonesia adalah WNI. Kami tidak pernah menjajah bangsa Indonesia, kami sama menderitanya dengan suku lain di Indonesia....


Pandanglah sekeliling kalian, siapa yang menindas rakyat? Siapa yang merugikan rakyat? Siapa yang korupsi uang rakyat? Siapa yang bangun WC sampai ratusan juta? Siapa yang beli kursi sampai puluhan juta? Apakah suku Tionghoa yang kalian benci itu yang merugikan rakyat? Yang merugikan bangsa Indonesia? BUKAN kami toh? Mau jadi apa bangsa ini? Menyalahkan kaum minoritas setiap saat!!!


Broadcast message ini sampai para pendemo dan anak-anak atau kerabat-kerabat mereka bisa membuka pikiran sempit para pendemo. Sampai tidak ada lagi PROVOKATOR-PROVOKATOR yang berkepentingan bisa memecah belah bangsa ini....


Takut masyarakat Tionghoa berkuasa? Padahal kami sebagian besar tidak pernah menjadi DPR atau pun Presiden..


Saat beribadah, kami tak pernah menjajal lahan kalian dan kami menghargai kalian saat ibadah Jum'at kalian meskipun kalian menutupi jalan dimana kami beraktifitas, kami menghargai kalian menggunakan pengeras suara. Tapi saat lonceng gereja berbunyi, kalian penuh emosi dan tak menghargainya. Apa-apa Cina, Apa-apa Cina! emang Cina kenapa?


Kami hanya bekerja keras untuk hidup, hidup bagi kami, keluarga kami, hidup bagi keturnan kami. Bukan memupuk harta, bukan tidak berbaur, bukan tidak berbagi, kami bekerja sendiri untuk sendiri.


Kami berusaha dari 0 untuk hidup, tidak langsung berjaya seperti para koruptor, DPR, Presiden.


Indonesia bisa maju bila kita mau berusaha dan selalu bersatu, tumbangkan para korputor dan mafia berdasi."


Masih pengen rasis? gue berteman dengan mereka, gue berteman ga mandang dia itu apa dan siapa. kadang gue suka miris liat di kampus, banyak cewe-cewe anak jakarta gaul banget gitu, ngeliat orang indo-cina, lalu mereka melampiaskan kekesalannya ke dia.


"aah nih cina apaan sih?"


lalu layak kah isi spanduk ini??




wtf? mereka salah apa? tolong, buka pintu hati kalian, buka mata kalian. kita itu sama. stop dengan rasisme, stop dengan stereotype. itu aja.

39 comments:

Ririz Noorrahmi said...

Y__Y kadang aku juga masih suka gitu. mash suka kesel sama orang turnan tionghoa, padahal mereka gak salah apa apa

Presticilla said...

nice post :)

Dian Wardana said...

sama sih, aku juga sempet nggak suka sama mereka, entah kenapa, padahal nggak ada sebabnya ..
dan setelah aku berteman dengan mereka2, tak ada perbedaan diantara kita, semua sama dan semua punya hak yang sama ..

Irvina said...

hahaha, di untar juga banyak cina :D

tapi ngga, di kampus gue banyak loh yg cina tapi suka ngatain ke temen sesama cinanya dgn teriak : "dasar cina!"

kalo itu kenapa yak?

Ca Ya said...

tman2ku pun dlunya byk yg Cina kok,,gak mslah sma sekali...toh mreka jg gak bkin mslah kn ya heu

Stevanus said...

Saya dari dulu sih ngga pernah kesal sama tionghoa. Lha wong, pas saya tinggal di rumah tante saya, saya sering diajak tante saya ketemu temen-temennya yg kebanyakan orang tionghoa. Malah mereka jauh lebih ramah dan baik ketimbang orang lain. u_u

Their hospitality is better than ours!

Betewe, saya kayanya juga agak sering "dibedakan" hanya karena saya mirip orang tionghoa. Tiap kali mau tahun baru China, orang-orang ngeledek saya, "Eh, koh! Mau kemana koh?" atau ngga, "Engkoh, minta angpao dong!".

Saya sih biasa aja nanggepinnya, toh cuma candaan. Tapi saya pikir candaan seperti ini bisa memulai bibit stereotype kepada orang yang keturunannya "non-pribumi".

...

Betewe, soal moslems yang kadang agak mengganggu kelompok lain. Saya pikir sih ga semua moslem gitu, toh mungkin ngga diajarin begitu. Sebagian dari moslem "galak" begitu mungkin karena merekanya (sebagai masyarakat umum)kurang memiliki EQ dan cenderug masih terbawa "aroma kampung".

Jadinya, karena kalau di kampung, orang yang berbeda itu biasanya "harus diganggu", jadinya gitu deh, mereka ngeganggu orang yang ga sama kaya mereka.

Sedihnya, mereka itu melihat selumbar di mata orang lain, sedangkan balok di mata sendiri tidak terlihat bagi mereka sendiri.

...


Ah, semoga orang Indonesia lebih terbuka dan EQnya meningkat. Sehingga terciptalah perdamaian lintas SARA. Amen u_u

FridiGraph said...

Kalo di pikir2 emang betul juga sih, tapi ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari orang tua kalo orang Cina itu, ya begitulah
Kalo sekarang mulai di ubah kebiasaan itu, mungkin kedepannya jadi lebih bagus :)

Ratri Purwani said...

Di lingkungan tempat gue tinggal, yang keturunan cina lumayan banyak, bahkan sebagian udah kenal gue dan keluarga gue dari kapan tau. Temen-temen kecil gue pun banyak juga yang cina.Alhamdulillah dari dulu sampe sekarang mereka ramah banget dan nggak seperti stereotip yang digariskan. toh sama-sama indonesia ini kan? :D

Azzumar Adhitia said...

teman-teman saya kebanyakan keturunan Tionghoa dan saya sangat nyaman berteman dengan mereka. tak ada yang salah dengan mereka. :)

NF said...

Waktu kerusuhan tahun 98, sahabatku yang keturunan chinese berkata "untuk pertama kalinya dalam hidup, gue pengen jadi item dan ngga sipit" miris..

Anonymous said...

alhamdulilah guwe orang jawa kampung , menurut guwe cewe cina cantik2 bro ,
hehe

Blue Tld said...

s7 ama post na ><

Stefanus hendra said...

Bener gan. lagian yang beda kan cuman kulit luarnya doang, coba sama-sama dibuka, dibalik kulit org turunan tionghoa atau yang pribumi pun sama, yaitu isinya daging dan tulang. Trus kenapa harus beda"in gitu. Kan kita semua sama aja diciptain dari debu tanah. :3

tiduronline said...

bagus ni postnya.. di beberapa tempat yang keras kepala emang susah untuk ngilangin rasisme.. karena keras kepalanya...

Anonymous said...

saya juga ga ada masalah sih sama orang tionghoa atau cina, selama attitudenya baik.

hmmm,... klo saya boleh balikin, knp ya orang tionghoa atau cina tidak memperbolehkan anak nya menikahi orang pribumi????
ini yg jadi pertanyaannya?

kadang saya berfikir, mereka org2 tionghoa atau cina meminta agar ada peraturan untuk tdk merasiskan mereka, tetapi saat ada peraturan itu, org2 mereka tdk boleh berpacaran atau malahan menikahi org selain mereka. knp bisa begitu???

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anangga Gunawan said...

@Anonymus: Tidak boleh menikahi pribumi? kata siapa yang bilang begitu? kan banyak orang tua yang nyuruh anaknya untuk menikah dengan orang yang sukunya sama, ga hanya tionghoa. orangtua mengatakan demikian juga bukan suatu larangan yang keras.

sama aja kaya pribumi, adalah yg dibilang "nanti nikahinnya orang indo aja ya, jgn orang barat". itu kepengenan orang tua aja soal turunan, selebihnya kalo mau nikah sama pribumi ya silahkan.

cicinya temen saya aja orang indo-tionghoa nikahnya sama orang jawa. dan gaada masalah juga

Morgan Nih said...

bukan masalah cina dan bukan cina
masalahnya kamu Kristen
kristen yg bertingkah dan banyak ulah,kebencian,kedengkian,lempar batu sembunyi tangan.
coba kamu pelajari lagi,
bukan mengkritisi tapi pelajari

Anangga Gunawan said...

@Morgan Nih:

maksudnya apaan? apa hubungannya sama kristen? situ ngomong sama saya ato gimana?

ramdhan ho said...

Apa yg disebut morga ada benernya juga , mana ada orang tua yang anak perempuan nya sudah dinikahi terus boleh di poligami . Krn kebanyakan pribumi disini brengsek .. memanfaatkan poligami hanya untuk nafsu belaka . Makanya para orang tua wni keturunan lebih berhati hati mereka lebih seneng punya menantu pribumi tapi bukan muslim .

Anonymous said...

Sedih ya masih ada rasis di negeri ini, dan saya menyayangkan sekarang islam lagi di guncang karena kabar2 tak sedap, dan selalu jd bahan olok2an, dan selalu byk ormas mengataskan islam ini (mungkin ingin menjatuhkan islam) ..

Yg saya pelajari dari smp-sma tidak ada kekerasan di islam, bahkan sampai skrg saya paling anti rasis, kita sama2 manusia kok. Dan saya sebenernya sedang mengalami rasis dilingkungan klrga tmn saya yg befketurunan tionghoa, berteman saja tidak boleh kata mama nya. Saya bingung kenapa, pdhal anaknya asik.

Saya paling benci dalam pergaulan menyebutkan suku,agama,ras, dll menyangkut keturunan. Biarlah itu jdi takdir, bukannya dikucilkan atau jd bahan olok2an. Ingat kesalahan seseorang jgn digeneralisir kan ras,suku,agama, jika seperti itu saya anggap anda orang kuno.. yg masih tidur dalam goa.. manusia apapun didunia ini ada yg baik dan ada yg jahat. Jika ada komen dgn dasar tidk setuju itu yg disebut ngeyel.. mari kita berteman, jgn ada rasis.. kita buat iri negara lain, kalau indonesia bisa bersatu dgn berbagai ras,suku,dan agama. :D

Dwiqi Ikhsan said...

Jangan bisa nya cuma nyalahin pribumi dong woiii, etnis tionghoa juga banyak yang rasis !!!!!!

AzellaTan said...

hahaha, apa apaan larinya jadi ke agama? tolong ya, punya otak kan? saya menyukai dengan blog ini, karena menanamkan ketidak S.A.R.A -an , namun lihat beberapa komen tidak berotak, mungkin karena pendapat atas pemikiran yang pendek, sempit dan tidak berkembang. thanks before

Anonymous said...

Cina gak pernah korupsi??? Korupsi BLBI adalah korupsi yang paling parah dan hampir menghancurkan perekonomian indonsia. Dan korupsi ini dilakukan oleh etnis2 cina... jadi jangan sok suci deh brengsek, cina adalah etnis paling rasis di dunia, mereka tidak pernah berasimilasi dengan penduduk lokal selalu membuat lingkungan sendiri seperti kampung cina/pecinaan.

Fakta aktual China said...

Faktanya china di Indonesia nasionalismenya kurang dan tidak pernah mau berbaur dgn pribumi

Anonymous said...

Kalau emang ada sedikit rasisme yang dilakukan oleh etnis Cina di Indonesia, mereka yang warga pribumi juga seharusnya berbalik pikir bagaimana perasaan keluarga dan masyarakat keturunan Cina di Indonesia pada saat kerusuhan 98? Soal pernikahan, orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan bagi etnis Cina sendiri pun mereka menikah dengan orang Cina juga dikarenakan untuk menghormati para leluhurnya. Jangankan Cina, warga pribumi sendiri juga ada yang seperti itu. Soal agama, jika ada orang yang beragama A melakukan kesalahan, itu bukan berarti agama tersebut jelek/buruk. Yang buruk adalah manusia itu sendiri, jadi jangan membawa agamanya. Agama yang sudah diakui tidak ada yang salah, mereka yang fanatik lah yang salah. Agama pada umumnya sama cuma hanya tata cara beribadah dan beberapa unsur saja yang berbeda.

Arifin Firdaus said...

Faktanya, orang Indonesia sendiri juga banyak yg kurang nasionalis. Ga heran juga banyak orang Indonesia yg tidak kembali setelah berhasil di luar, mengingat kurang adanya penghargaan & perhatian terhadap bibit-bibit bangsa do bidang tertentu.

@Fakta aktual China :
Tentu pernyataan tidak pernah membaur salah. Apakah Anda bisa menjamin itu?

Arifin Firdaus said...

Saya setengah jawa setengah banjar. Sering dikira cina sama teman-teman, bahkan sama orng lain yg belum kenal. Dari situ saya bisa belajar perbedaan.
Saya tdk tahu apakah semua orng prnah mengalami hal yg sama. Terkadang saat diluar pernah ditatap dengan tatapan yg tidak enak.

Semoga perbedaan seperti itu bisa terhapuskan dari Indonesia.

joese said...

Masalah rasis terhadap orang tionghoa, dan suku non jawa seperti ini kebanyakan terjadi di pulau jawa.
Saya bukan tionghoa tapi saya sering mendapat hinaan, ejekan oleh orang orang jawa pada waktu itu. Entah apa yang dipikirkan oleh orang orang rasis ini.

Di tempat kelahiran saya manado, ga ada ngebeda bedain, apalagi ejek ejekan ras, suku atau agama. Dan jangan heran kalau datang ke menado liat orang yang memakai kalung salib berteman akrab dengan yang berhijab, orang dari suku a,b,c,dll bertaman baik saling menghormati satu sama lain.

raini asrivianti said...

setuju sama ni posting. Gak tau kenapa bisa, beberapa orang indonesia suka gak pakai logika, main marah aja tanpa liat dulu masalahnya apa, padahal toh masalahnya bukan di merekanya, tp di kita :D mau maraah liat orang bangun bisnis dan sukses, terus kenapa gak coba usaha. Ini yang ada males malesan dan langsung main demo aja hhi.. hope we can always gain ourselves, improve, then make indonesia proud. Lagiaan tuh cinaa juga ada dlm sejarah indonesia kan keturunanya kyk d palembang cerita pulau kemaro

vebi rahmat said...

gue orang SUMBAR pindah ke batam, selama jaman gue sekolah gue paling benci yg namanya RASISME tp sampai di batam gua jadi bingung kenapa orang chinese di batam yg katanya gak mau di beda2in n' di judge sbg orang asing tp selalu hidup di dunianya sendiri (adat/budaya/ras) bahkan soal berbisnis selalu memperkerjakan orang chinese bahkan di cantumkan syarat bisa bhs hokkien, tiao cou, dan bersuku CHINESE
soal pribumi yg katanya pemalas jd gk mau di perkerjakan, menurut gue orang pribumi adalah orang yg punya semangat api, contoh: "pekerja pribumi di korea yg mati visa selalu di lindungi sama petugas imigrasi korea pas ada razia pemutihan karena mereka gak mau kehilangan para pekerja yang punya semangat kerja melebihi imigran2 negara lain"
contoh lagi: "orang pribumi sudah terkenal di jepang karena semangat kerjanya (bahkan di negara yg dicap "gila kerja" pribumi termasuk diantaranya)
di negeri sendiri, di daerah asal gue padang, orang pribumi selalu bersaing ketat dg chinese soal berbisnis, artinya orang pribumi gk kalah soal politik dagang.

kalau di batam orang chinese lah yg membedakan dirinya sendiri dg pribumi bahkan kesan yg gue tangkep "minoritas mau mengungguli mayoritas" (yg sbenarnya gue harep gk gitu). dan sekarang gue sedikit psimis dg chinese.

"GUE HAREP ADA ORANG CHINESE YANG BISA MENJELASKAN TENTANG INI DAN NGERUBAH PANDANGAN GUE"

Ananda Soon said...

@Vebi rahmat. Mungkin itu chinese yang rasis. Sebenar nya orang chinese juga sulit untuk bekerja jadi pns. Jadi pribumi juga ada yang rasis. JADI RASIS ATAU GAK NYA TERGANTUNG ORANG NYA. Sebener nya di dunia ini juga banyak yang rasis, bukan indonesia saja. Orde baru banyak dan pejabat sekarang menurut saya menyebabkan konglongmerat dan menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial tersebut mungkin yang menyebabkan ada batas tionghoa dan pribumi. Sebenar nya tionghoa yang kaya pun mungkin gak sampai 5% dari jumlah etnis tionghoa. Coba teman teman pribumi cari jumlah orang kaya di indonesia. Kebanyakan yang kaya adalah konglongmerat mungkin hasil dari orde baru dan pejabat. Tionghoa yang miskin juga banyak. Semoga ada kebijakan untuk membatasi konglongmerasi dan pejabat yang korup sadar. Semoga yang dilihat jangan selalu tinghoa yang kaya. Kalau kerusuhan, Para tionghoa kaya hanya kabur keluar negri meninggalkan tionghoa yang miskin. Apakah enak jadi tionghoa, apalagi miskin ? Banyak tionghoa yang karyawan. Salah kah lahir sebagai etnis tionghoa. Kalau ada yang menganggap salah. Berarti ada menyalahkan Sang Pencipta ? Apakah seseorang bisa memilih di lahirkan di mana ? Semoga pembauran bisa terjadi di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

yuni seftiafani said...

@vebi rahmat coba anda bayangin, anda di jauh jauhin, anda tidak hargain, apa anda akan dengan bodohnya tetap bergabung dan senang berkumpul di antara orang yang jelas jelas nya menggaris miring anda? Anda mau? kalau saya pribadi akan cari aman, saya bakal menghindar, Veby YTH tidak sesama chinese bisa saling akrab, intinya yang buat akrab itu nyaman aja, saya chinese asli tapi saya berkulit hitam saya banyak teman asal pribumi, mereka kadang bilang 'anda kok hitam, anda tidak seperti chinese yang lain nya?' 'kok chinese pintar pintar?' 'eh chinese kok kaya kaya?', saya kasih tau yah, saya bukan Tuhan, saya hitam atau putih bukan saya yang nentuin, jangan pernah tanya kenapa chinese pintar karena saya juga tidak tahu, dan kenapa banyak chinese yang kaya duluan? menurut saya karena orang chinese kebanyakan tamat sekolah langsung buka usaha atau melanjutkan usaha orang tua nya, sedangkan orang pribumi setahu saya lebih memprioritas kan pendidikan, disaat orang chinese mencari pengalamam kerja, anda baru memulai pengalaman berkuliah, disaat anda mati matian menggali ilmu, kami membuka usaha yang lebih luas, disaat anda matang dengan gelar, kami sudah memiliki banyak kolega bisnis, di saat anda baru mulai kerja, kami sudah mapan. dan saya pribadi memang mengasingkan diri dari orang lain, bukan dari orang pribumi saja tapi dari sesama ras saya juga. bukan karna saya chinese tapi karena saya seorang introvert, saya nggak bisa berbaur, sekali lagi saya tegaskan bukan hanya sesama chinese saja tapi siapapun, memang saya lebih suka sendirian tapi ada kalanya saya butuh teman, bukan memanfaatkan. Dan kenapa yang di pekerjakan cuma sesama orang chinese? Tidak juga. ada juga yang memperkerjakan pribumi, tapi kebanyakan dari mereka tidak tahan, mengundur diri lebih awal, kenapa? karena orang chinese biasanya berbicara dengan kasar, laju, dan cerewet, saya rasa orang manapun nggak bakal tahan sama yang nama nya cerewet, bakal tersinggung jika di atur atur, kecuali ia memang benar benar tahan banting. ibu kita saja jika mengomel sedikit pasti akan kita sahut tanpa pikir panjang, mungkin karena ini ras Chinese mebcari orang yang sama, bukan karena apa, biar enak aja. bukan karena membeda bedakan, tapi mencari yang saling mengerti. sekarang saya tanya anda? Anda bilang orang chinese mengungguli, mengungguli apa yah? kita sama sama fighting kok, kan anda sendiri yang bilang 'orang pribumi gk kalah soal politik dagang', memang ada yang bilang orang pribumi kalah? Bukannya sebagian besar pemikiran itu keluar dari orang yang setiap kali melihat 70% orang chinese lebih berhasil dari pada pribumi yah? setahu saya begitu. Itu hanya pemikiran pendek saja. Tidak ada yang membeda bedakan kok, hem jika saja anda bisa mendongkrak pemikiran anda lebih dari yang ada di pikiran anda sekarang, andai saja :)

SAI said...

Waahhh~ blog yang bisa merubah pandangan orang mengenai 2 etnis. Sy sangat setuju dengan post @Yuni d=(´▽`)=b
Saya sendiri orang pribumi, banyak teman Cina. Pribumi atau nonpribumi itu sama saja. Dan tolong jangan memperdebatkan masalah agama atau keturunan. Semua kembali ke pribadi masing-masing.

Salam damai

Fajar Khan said...

Karena adat mas

vebi rahmat said...

@yuni seftiani, sya paham pasti skit hti dmna klmpok minoritas yg d tekan oleh mayoritas, inti pertanyaan saya di atas sbnernya "kenapa org chinese dg terang2an mmpublikasikan dirinya d loker2 itu bhwa yg d btuhin itu ORANG CHINESE??" Pasti 100% org siapapun itu nganggep bhwa CHINESE itu berbeda dg PRIBUMI
Brrti klau misalkan saya (sbg pribumi) sdah jelas sya pasti d tolak karna bkan CHINESE, klau bleh d blang sya siap d adu etos kerja sya dg org chinese dan knapa sya blang begitu sbab saya PERNAH bekerja dg org CHINESE (krna d bntu tman ya akhrnya bkerjalah sya dg org chinese itu) emang bner yg d blang klau org chinese itu nyinyir hbis2an tp ssudah sya pndah kerja d PT krna gaji lbih tnggi dn krjanya lbih ringan (bkan krna tdak kuat) mlah bos sya/org chinese itu yg mminta saya ntuk kmbali krja dg dia, trlebih dr 20 org pkerja trmsuk pribumi&chinese hnya sya satu2nya yg prnah d mnta ntuk kmbali bkerja dg dia (maaf jika sdikit brnada sombong), jd apa cuma sya satu2nya org pribumi yg mmpunyai etos krja kyak gitu??
Sya tau level sya dan sya tau psti org pribumi yg blum bkerja yg lbih hbat dr saya prnah atau bahkan kecewa melihat loker dg syarat CHINESE.
Dr loker sprti itu tentulah pribumi psti mrasa KALAH d bnding chinese, memang gk ada yg blang pribumi kalah tp itu udh tersirat, klau orang yg sudah MENDONGKRAK pola pikirnya psti langsung paham. Skrang udh jaman modern org pribumi udh bnyak yg nalar2 klau chinese2 yg rasis itu mau mmbuka diri psti d terima gk mungkin klau org dtang dg ramah dan ingin brgaul tp mlah d caci maki klau ada yg kyak gitu sorry itu pasti pribumi zaman primitif n' sran saya juga jngan mau brgaul dg org kyak gitu. O ya 1 lagi, sya gk ada blang orang chinese itu putih2, pintar2 n' kaya2 toh org pribumi kyak ibu saya sndiri aja sring d blang org chinese juga krna kulitnya, pmbuat pesawat terbang indonesia n' penemu jaringan 4G yg trsohor d dunia aja msih org pribumi n' org terkaya seasia tenggara juga pribumi. Jadi gk ada bedanya orang pribumi><pribumi, ada klebihan ada kkurangan.
Ayolah bro/mbak bro sya ngmong gni krna sya benci yg namanya pengelompokan SARA..

Nurwahyudi said...

Saya pribumi jawa.. Sangat. Senang berbisnis dg tionghua jawa...

syafdar said...

Thionghoa bukan lah suku indonesia. Mereka memang warga negara indonesia tapi bukan suku yang ada diindonesia.

People Uprising said...

Siapa yang menindas rakyat? Siapa yang merugikan rakyat? Siapa yang korupsi uang rakyat? Siapa yang suka menyuap? Siapa yang bawa kabur duit BLBI? Cina bukan?